Subscribe Us

First Timer peserta UTBK 2019

Assalamu'alaikum, para pembaca blog ini.
Aku telah menyelesaikan masa terakhir pendidikan menengah atas di tahun 2019. Sudah saatnya aku akan menjalani masa berkuliah. Rencananya di tahun ini aku akan berkuliah di Institut ternama di Jawa Timur (semoga bisa). Oleh karena itu ada tiga cara untuk bisa menjadi mahasiswa S1 di sana yaitu melalui seleksi rapor (SNMPTN), seleksi melalui Tes UTBK dan SBMPTN, dan melalui jalur mandiri. 

Untuk postingan kali ini akan saya ceritakan pengalaman saya menjalani UTBK. Syarat untuk bisa masuk jalur SBMPTN adalah melalui tes UTBK, yaitu mendaftarkan diri untuk mengikuti UTBK (Ujian tulis berbasis komputer), mengikuti Ujiannya sesuai dengan jadwal yang dipilih, mendaftarkan nilai UTBK untuk diseleksi di SBMPTN, dan menunggu hasil pengumuman keluar.

Saat akan mendaftar UTBK, saya membuat akun dengan NIS dan NPSN serta alamat email di situs pendaftaran-utbk.ltmpt.ac.id; setelah membuat akun akan ada halaman memverifikasikan biodata yang ada di situs pendaftaran-utbk.ltmpt.ac.id; dimulai dari nama, NIK, tempat dan tanggal lahir, nama orang tua, alamat, foto dsb. setelah melakukan verifikasi data tersebut tidak akan dapat diubah lagi, oleh karenanya kita harus hati-hati dalam melakukan verifikasi data agar tidak salah saat melakukan pendaftaran.
Setelah itu, barulah kita dapat melakukan pendaftaran untuk UTBK.

Saat mendaftar, saya memilih Pusat UTBK UNAND (141) di hari Sabtu (13 April 2019) dan hari Minggu (26 Mei 2019) pemilihan jadwal ini ternyata memiliki gelombangnya tersendiri.

Gelombang 1 :
01 Maret - 24 Maret 2019
Gelombang 2 :
25 Maret - 01 April 2019

dengan maksimal pendaftaran 2 kali tes.
Saya memilih tanggal 13 karena nekat aja sih, tanpa alasan khusus untuk mengikutinya saat itu untuk membuka situs utbk sulitnya minta ampun, ga tanggung-tanggung sampai sore aku mengulang situs tersebut agar bisa mendaftar. Baru di gelombang kedua aku milih tanggal 26 dengan koneksi yang lancar jaya. Setelah melalui perjuangan yang panjang akhirnya saya berhasil mencetak nomor pembayaran untuk dibawa saat akan membayar di ATM.

Untuk membayarnya saya menggunakan layanan ATM, tetapi ini tidak transfer rekening melainkan billing, jadi di halaman ATM tersebut (saya menggunakan ATM BNI) ada menu lainnya, aku memilih "pembayaran", lalu memilih "Lain-lain", akan terlihat tulisan "Universitas", lalu saya memilih "UTBK LTMPT", akan terlihat perintah "Masukkan nomor pembayaran", saya memasukkan nomor yang dimaksud.
Lalu kembali pulang dan mencetak kartu peserta yang akan di bawa saat akan mengikuti ujian. Oh, satu lagi kamu harus mengurus surat bukti sah kelas 12 di tahun 2019 mengingat tahun ini (2019) adalah tahun pertama diadakannya UTBK. Bagi kalian para alumni yang masih belum beruntung, dapat melampirkan fotokopi Ijazah SMA-nya. 

Pendaftraran UTBK selesai deh!
Lalu aku kembali berkutat ke "hutan bacaan" hingga selesai Ujian Nasional SMA.

Ujian Nasional pun telah berlalu, 3 hari lalu (13 April 2019), aku datang ke Pusat UTBK Unand berlokasi di Labor Komputer Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Labkom CBT FKUA). Aku observasi terdapat 6x20 peserta di dalam satu ruang labor komputer. Mengapa aku menuliskan begitu? Di dalam kartu peserta yang telah aku cetak tertulis alamat Labkom CBT FKUA 5 dan para peserta lain juga tertulis ... 4 ...3 ...2, jadi setiap 20 orang memiliki nomor token yang berbeda di satu ruang laboratorium.

Saat akan masuk, kami diperintahkan untuk meletakkan tas diluar ruangan labor. Mereka tidak membenarkan kami membawa arloji, HP, dompet dan barang-barang yang dilarang oleh tata-tertib. Sebelum masuk harus membawa kartu ujian beserta surat keterangan yang aku maksud tadi. Aku juga masuk dengan membawa permen dan minyak angin, ternyata dibolehkan oleh tim pengawas. Saat memasuki ruangan full AC, seisi ruangan terasa sangat dingin aku memperkirakan suhu yang dipakai adalah 16°C.

Aku pun menduduki meja komputer sesuai dengan nomor peserta yang tertera di kartu pesertaku dan telah tersedia 3 lembar kertas buram dan sebuah pena. Sebelum memulai kami diperintahkan pengawas untuk membaca tata-tertib UTBK, skip aja. Setelah beberapa saat, kami diperintahkan memasukkan username dan password yang berasal dari nomor peserta dan nisn.

Akan muncul tombol "tutorial" dan "mulai tes". kami diperintahkan untuk meng-klik tutorial. Aku pun memahami tata cara tesnya, sama persis dengan cara menjawab soal UN. Setelah itu lansung kami meng-klik "mulai tes". Lumayan memakan waktu yang lama untuk mengikuti UTBK, karena ada 5 token yang berbeda untuk 20 unit komputer.

Tak lama setelah itu ada yang datang terlambat lebih dari 30 menit. Ia di diskualifikasi oleh pengawas.

Aku mendapati soal TPS (Tes Potensi Skolastik) yang feelnya berbeda dengan tes TPA tahun lalu. Soalnya yang mengutamakan kemampuan critical reading, kemampuan verbal, dan kemampuan berhitung, namun sepertinya tidak terlihat sama sekali soal mengenai pola-pola geometris. Soal TPS dibagi menjadi 4 sesi materi dengan jeda waktu sekitar 30 detik setiap penggantian sesi, terdapat 4 sesi TPA yang terdiri dari Penalaran Umum (2 Bacaan dengan data diikuti 14 soal dan 6 soal penalaran kuantitatif), pemahaman bacaan dan menulis (3 bacaan diikuti 20 soal), pengetahuan dan pemahaman umum (3 bacaan berbahasa Indonesia dengan 12 soal dan 2 bacaan bahasa Inggris dengan 8 soal), ditutup dengan Pengetahuan kuantitatif (bisa berupa perbandingan, pemahaman geomeris, persamaan, deret, dan pola bilangan)

beralih ke soal TPA, hmm aku sama sekali tidak sanggup menjawab soal ini, mungkin karena pengaruh mentalku yang masih belum sanggup untuk menjawab soal ini, terdiri dari 20 soal matematika, 20 soal fisika, 20 soal kimia, 20 soal biologi yang masing-masing memiliki waktu 22,5 menit. Sempat kewalahan dengan tipe soal seperti ini. Soal ini mengedepankan pemahaman secara mendalam setiap soal, jadi kamu harus menguasai dulu dasarnya sebelum langsung terjun ke soal yang bertaraf olimpiade.

Ujian berakhir seiring dengan berakhirnya waktu yang terdapat pada layar komputer, berbeda dengan waktu ujian saat melaksanakan UNBK, waktu ujian pada sistem UTBK dirasa lebih nyata dengan pergerakan realtime memberikan hawa pembunuh mental yang kuat. Namun tidak mengejutkan bila dibandingkan dengan soal UNBK yang waktu ujiannya terada berganti apabila kita berpindah soal.

Mungkin itu pendapat saya mengenai percobaan pertama UTBK di di Pusat UTBK UNAND, Kampus FK-Unand Limau Manis, Padang, Sumatera Barat. Semoga ini menjadi bahan bagi saya dan para pembaca yang akan mengikuti UTBK selanjutnya.

Salam hangat petarung kampus...

Posting Komentar

0 Komentar

Cara menggunakan Combo Box pada netbeans