Bel sekolah telah berbunyi panjang menandakan waktu belajar telah selesai. Para murid sekolah menegah atas telah keluar berbaris di lorong sekolah menuju keluar sekolah. Aku telah duduk di bangku kelas 12, tahun terakhir dalam angkatan ku.
"Keadaan sekolah menjadi hening..." aku berbicara dengan diriku sendiri.
Tampak dari ujung lorong sekolah, Qanit. Junior di sekolahku menyapaku dari kejauhan.
"Bang Andi, ngapain bang?"
"Sedang duduk, jawabku."
Aku memandangi gedung utama sekolah itu yang dari tahun ke tahun selalu berubah. Kini, tulisan SMA 10 yang ikonik itu telah tiada. Bukan bermaksud untuk hanya sekadar duduk saja. Aku sedang membaca tulisan yang ada dalam buku karya Andrea Hirata itu. Setiap sore menunggu jemputan sore selalu aku baca. Buku yang membuka wawasan tentang orang Belitong itu.
Keadaan sekolah yang ramai oleh tim sepakbola yang bermain setiap pulang sekolah, para anggota Paskibra menghentak-hentak kaki mengikuti aba-aba, dan anak-anak anggota olimpiade tetap belajar di depan perpustakaan yang telah tutup, kini berangsur-angsur meninggalkan sekolah.
"...drrrt..." telepon genggam telah berbunyi.
Seseorang telah menungguku untuk pulang bersama.
©2019 Andi Irham


0 Komentar
Jangan sungkan untuk mengomentari blog saya, jangan lupa klik like dan subscribe! Setiap saran dari Anda adalah kekuatan bagi saya dalam berkarya dengan blog ini.